![]() |
| Add caption |
menggambarkan suasana penerimaan tetamu yang disambut dan diterima dengan
lapang dada, dan penuh kegembiraan. Marhaban ya Ramadhan (selamat datang
Ramadhan), mengandungi arti bahwa kita menyambut Ramadhan dengan lapang dada,
penuh kegembiraan, tidak dengan keluhan.
Rasulullah sendiri senantiasa menyambut gembira setiap datangnya Ramadhan. Dan
berita gembira itu disampaikan pula kepada para sahabatnya seraya bersabda:
"Sungguh telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkatan.
Allah telah memfardlukan atas kamu puasanya. Di dalam bulan Ramadhan dibuka
segala pintu surga dan dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu seluruh setan.
Padanya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa tidak
diberikan kepadanya kebaikan malam itu maka sesungguhnya dia telah dijauhkan dari
kebajikan" (Hr. Ahmad)
Allah telah menetapkan bulan Ramadhan sebagai bulan yang istimewa dibandingkan dengan bulan lainya dalam firmanNya :
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasanpenjelasan
mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu,
maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam
perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang
ditinggalkannya itu, pada hari -hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu,
dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan
bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang
diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." QS Al Baqoroh [2]:185.
RAMADHAN 2
Allah memilih sesuatu yang dikehendakiNya. Allah memilih tempat yang
dikehendakiNya. Allah memilih manusia yang dikehendakiNya, pilihanNya sendiri ada
yang menjadi Rasul, pemimpin negara, cendekia, dsb. Allah memilih gua Hiro' yang
dikehendakiNya sebagai tempat pertemuan Rasul dan Malaikat Jibril. Allah memilih
Mekkah yang dikehendakiNya sebagai kiblat kaum Muslimin dan memilih pula kota
Madinah sebagai basis pertahanan Rasulullah dalam menyebarkan risalah Ilahi.
Begitu pula halnya dengan bulan-bulan dalam setahun, Allah telah memilih Ramadhan
sebagai bulan yang istimewa, yang namanya disebutkan dalam Al Qur-an.
Firman Allah:
"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya
diturunkan (permulaan) Al Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasanpenjelasan
mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil).
Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu,
maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam
perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang
ditinggalkannya itu, pada hari -hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu,
dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan
bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang
diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur." QS Al Baqoroh [2]:185.
Jika Allah berkehendak, tentu ada suatu maksud tertentu dibalik kehendakNya itu. Allah
mengutus Rasulullah dengan satu maksud, untuk menyampaikan risalah-Nya.
Begitu halnya dengan bulan Ramadhan, sebab Allah tidak akan mengatakan
Ramadhan sebagai bulan istimewa jika tidak ada sesuatu dibalik itu. Baginda
Rasulullah SAW, ketika berada di penghujung bulan Sya'ban, selalu mengatakan
kepada sahabatnya:
"Telah datang padamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka sambutlah
kedatangannya. Telah datang bulan shiyam membawa segala keberkahan, maka
alangkah mulianya tamu yang datang itu." (HR. Ath Thabrani).
Dalam sabdanya yang lain:
"Sesungguhnya telah datang padamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah
memerintahkan berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu, dibukakan segala pintu Surga,
dikunci segala pintu neraka dan dibelenggu syetan-syetan. Di dalamnya ada suatu
malam yang lebih baik dari 1000 bulan. Barangsiapa yang tidak diberikan kebajikan
malam itu, berarti telah diharamkan baginya segala rupa kebajikan." (HR. An Nasai dan
Al Baihaqi)
beberapa momen momen istimewa saat Bulan Ramadhan antara lain:


